Contoh makalah pengantar pendidikan

PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH

Pengantar Pendidikan

Yang dibina oleh Bapak Ahmad Nurabadi, S.Pd, M.Pd

Disusun oleh:

1.Ichwanul Karim   130231616442

2.Khuzaimah           130231601855

 Logo_UM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS SASTRA

JURUSAN SASTRA ARAB

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG MASALAH

            Pendidikan Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.

Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.

Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa, kurikulum yang sentralistik membuat potret pendidikan semakin buram. Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Lebih parah lagi, pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Ini salahnya, kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah. Jadi, para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Kualitas pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan. Berdasarkan analisa dari badan pendidikan dunia (UNESCO), kualitas para guru Indonesia menempati peringkat terakhir dari 14 negara berkembang di Asia Pacifik. Posisi tersebut menempatkan negeri agraris ini dibawah Vietnam yang negaranya baru merdeka beberapa tahun lalu. Sedangkan untuk kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 39 dari 42 negara berkembang di dunia. Lemahnya input quality, kualitas guru kita ada diperingkat 14 dari 14 negara berkembang. Ini juga kesalahan negara yang tidak serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

1.2  RUMUSAN MASALAH

1.  Jenis permasalahan pokok pendidikan?

2.  faktor apa yang mempengaruhi permasalahan pendidikan di indonesia?

3.  Bagaimana solusi yang dapat diberikan dari permasalahan-permasalahan pendidikan di Indonesia?

1.3 TUJUAN

1.  Mendeskripsikan jenis permasalahan pokok pendidikan di indonesia

2.  Mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi permasalahan pendidikan di indonesia

          3.  Mendeskripsikan solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di indonesia

1.4 MANFAAT PENULISAN

Dari penulisan ini diharapkan mendatangkan manfaat berupa penambahan pengetahuan serta wawasan penulis kepada pembaca tentang keadaan pendidikan di Negara kita sekarang ini sehingga kita dapat mencari solusinya secara bersama agar pendidikan di masa yang akan dapat meningkat lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang diberikan.

1. Bagi Pemerintah

      Bisa dijadikan sebagai sumbangsih dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

2. Bagi Guru

Bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengajar agar para peserta didiknya dapat berprestasi lebih baik dimasa yang akan datang.

3. Bagi Mahasiswa

Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya.

BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKAN DI INDONESIA

      Pada dasarnya ada dua masalah pokok yang di hadapi oleh dunia pendidikan di tanah air kita dewasa ini,yaitu :

  1. Bagaimana semua warga Negara dapat menikmati kesempatan pendidikan .

              Untuk memberikan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi seluruh warga negara banyak yang pemerintah lakukan,diantaranya:

  • Beasiswa

Pemerintah memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu,misalnya beasiswa bidikmisi,BBM()

  • BOS
  • Pengiriman pengajar ke tempat pelosok.
  • Pemerintah juga mengeluarkan buku elektronikyang lebih murah harganya dan dapat di download oleh siapapun.
  • Pemerintah juga mewajibkan waib belajar 12 tahun
  1. Bagaimana pendidikan dapat membekali peserta didik dengan keterampilan kerja yang mantap untuk dapat terjun kedalam kancah kehidupan bermasyarakat .

              Banyak ketrampilan yang di dapat dari pedidikan  yang dapat bermanfaat di masyarakat dan menguntungkan bagi peserta didik,misalnya banyaknya ektrakurikuler seperti bola basket.sepak bola yang dapat mengasah bakat.Ada juga pelajaran seni seperti seni rupa yaitu membuat banyak kerajinan,membatik.peserta didik juga di ajari tentang teknologi di harapkan peserta didik dapat menatasi arus globalisasi yang ada.

2.2. JENIS PERMASALAHAN POKOK PENDIDIKANDAN PENANGANANNYA

      Pada bagian ini ada empat masalah pokok pendidikan yang telah menjadi kesepakatan nasionalyang perlu diprioritaskan penanggulannya masalah yang dimaksud yaitu:

1. Masalah Pemerataan Pendidikan

                Dalam melaksanakan fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan nasional. Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan bagaimana system pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan ini menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan.

                Masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga Negara khususnya anak usia sekolah yang tidak mampu di tampung dalam system atau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia.Pada masa awalnya,di tanah air kita pemerataan pendidikan itu telah dinyatakan di dalam undang-undang no.4 tahun 1950 sebagai dasar-dasar pendidikan dan pengajarn di sekolah.pada bab XI, pasal 17 berbunyi :

Tiap-tiap warga Negara republic Indonesia mempunyai hak yang sama untuk di terima menjadi murid suatu sekolah jika syarat-syarat yang di tetapkan untuk pendidikan dan pengajaran pada sekolah itu di penuhi.

Landasan yuridis pemerataan pendidikan tersebut pentin sekali,sebagai landasan pelaksanaan upaya pemerataan pendidikan guna mengejar ketinggaln kita akibat penjajahan.bagaimana gambaran dunia pendidikan kita masa penjajahan dengan masa sesudah kemerdekaan dapat di lihat sendiri.

JumlahMurid SD

Jumlah sekolah dan murid pada masa 10 tahun sesudah kemerdekaan (tahun 1955) di banding dengan pada masa sebelum kemerdekaan (tahun 1939/1940) mengalami peningkatan cukup pesat.Kemudian pada akhir Repelita I jumlah murid SD mengalami perkembangan pesat juga pada tahun sesudah proklamasi.

Pemecahan Masalah Pemerataan Pendidikan

                        Banyak macam pemecahan yang telah dan sedang di lakukan pemerintah,langkah – langkah tersebut di tempuh melalui cara konvesional dan inovatif.

Cara konvesional antara lain :

a.          Membangun gedung sekolah seperti SD Inpress dan atau ruangan belajar.

b.          Menggunakan gedung sekolah untuk double shift.

Sehubungan dengan itu yang perlu digalakkan. Utamanya untuk pendidikan dasar ialah membangkitkan kemauan belajar bagi masyarakat keluarga yang kurang mampu agar mau menyekolahkan anaknya.

Cara inovatif antara lain:

a.          Sistem pamong (pendidikan oleh masyarakat, orang tua dan guru)

b.          SD kecil pada daerah terpencil

c.           SMP terbuka

d.          Sistem Guru Kunjung

2. Masalah mutu pendidikan

                Mutu pendidikan dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf yang seperti diharapkan. Penetapan mutu hasil pendidikan pertama dilakukan oleh lembaga penghasil sebagai produsen tenaga terhadap calon luaran, dengan system sertifikasi. Selanjutnya jika luaran tersebut terjun ke lapangan kerja. Penilaian dilakukan oleh lembaga pemakai sebagai konsumsin tenaga dengan system tes unjuk kerja.

Jadi mutu pendidikan pada akhirnya dilihat pada keluarannya. Jika tujuan pendidikan nasional dijadikan kriteria misalnya hasil EBTA dan lain-lain tersebut dipandang sebagai gambaran tentang hasil pendidikan padahal hasil belajar yang bermutu karena mungkin dicapai melalui proses belajar yang bermutu. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang bermutu.

Penanggulangan masalah mutu pendidikan dalam hal-hal yang bersifat fisik dan perangkat lunak, personalia dan manajemen.

a.            Pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui studi lanjut misalnya berupa pelatihan, penataran, seminar

b.            Penyempurnaan kurikulum misalnya dengan memberi materi yang lebih esensial.

c.             Pengembangan prasarana yang menciptakan lingkungan yang tenteram untuk belajar.

3. Masalah efisiensi Pendidikan

                        Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu system pendidikan mendayagunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. Jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisiensinya tinggi. Jika terjadi yang sebaliknya efisiensinya berarti rendah.

Beberapa masalah efisiensi pendidikan yang penting:

a.            Bagaimana tenaga kependidikan difungsikan .

b.            Bagaimana sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia digunakan .

c.             Bagaimana pendidikan di selenggarakan .

d.            Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga .

Masalah ini meliputi pengangkatan,penempatan,dan pengembangan.

Halnya perubahan kurikulum sering membawa akibat tidak dipakainya lagi paket siswa dan buku pegangan guru. Kurikulum merupakan tindakan antisipasi terhadap pemberian bekal bagi calon iuran agar sesuai dengan tuntutan zaman.

4. Masalah relevansi pendidikan

Masalah relevansi pendidikan mencakup sejauh mana system pendidikan dapat menghasilkan iuran yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan, yaitu masalah-masalah seperti yang digambarkan dalam rumusan tujuan pendidikan nasional.

Luaran pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sector pembangunan yang beraneka ragam seperti sector produksi maka relevansi pendidikan dianggap tinggi.

Penanggulangan relevansi pendidikan ini antara lain:

a.            Dapat menyediakan kesempatan pemerataan belajar artinya semua warga negara yang butuh pendidikan dapat ditampung dalam suatu satuan pendidikan.

b.            Dapat mencapai hasil yang bermutu artinya: perencanaan, pemrosesan pendidikan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

c.             Dapat terlaksana secara efisien, artinya : pemrosesan pendidikan sesuai dengan rancangan dan tujuan yang ditulis dalam rancangan.

d.            Produknya yang bermutu tersebut relevan artinya hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan.

2.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

                  Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.

Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.

Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya.

Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:

(1). Rendahnya sarana fisik,

(2). Rendahnya kualitas guru,

(3). Rendahnya kesejahteraan guru,

(4). Rendahnya prestasi siswa,

(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,

(6). Mahalnya biaya pendidikan.

* Rendahnya Kualitas Sarana Fisik

                  Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.

* Rendahnya Kualitas Guru

                  Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasny. Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya 13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru 57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. Di tingkat pendidikan tinggi, dari 181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan S3). Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.* Rendahnya Kesejahteraan Guru

Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. Sekarang, pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1,5 juta. guru bantu Rp, 460 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Dengan pendapatan seperti itu, terang saja, banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel.

* Rendahnya Prestasi Siswa

                  Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.

* Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan

                  Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.

* Mahalnya Biaya Pendidikan

                  Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawahuntuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk ‘cuci tangan’.

BAB 3

PENUTUP

A. Simpulan

Banyak sekali factor yang menjadikan permasalahan dan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Factor-faktor yang bersifat teknis diantaranya adalah rendahnya kualitas guru, rendahnya sarana fisik, mahalnya biaya pendidikan, rendahnya prestasi siswa, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan, kurangnya pemerataan kesempatan pendidikan. Namun sebenarnya yang menjadi masalah mendasar dari pendidikan di Indonesia adalah sistem pendidikan di Indonesia itu sendiri yang menjadikan siswa sebagai objek, sehingga manusia yang dihasilkan dari sistem ini adalah manusia yang hanya siap untuk memenuhi kebutuhan zaman dan bukannya bersikap kritis terhadap zamannya. Maka disinilah dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan mesyarakat untuk mengatasi segala permasalahanpendidikan di Indonesia.

DAFTAR RUJUKAN

Prof.Dr.UmarTirtarahardja,Drs.S.L.Lasulo,PengantarPendidikan.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2267390-jenis-jenis-masalah-pendidikan-di/#ixzz2dGzSKnMSmempengaruhi.

http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/06/masalah-pendidikan-di-indonesia.html#.Uh32wD94mB4.

Semoga bermanfaat ya gan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s